Hidup sehat ala Rasulullah
Dalam banyak buku shirah nabawiyyah, dikatakan bahwa Rasulullah SAW hanya pernah mengalami sakit sebanyak dua kali saja seumur hidup beliau selama 63 tahun. Sungguh suatu prestasi yang luar biasa mengingat kondisi alam dan cuaca Makkah yang sangat ekstrem yakni teramat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Ditambah lagi dengan aktivitas ibadah dan dakwah beliau yang bisa dikatakan hampir tidak pernah terhenti dari segala aktivitas yang menggunakan energi. Belum lagi banyaknya peperangan yang beliau jalani. Hal yang mengagumkan adalah daya tahan fisik beliau yang luar biasa di atas segala kenyataan di atas.
Tentu saja hal ini membuat kita bertanya-tanya. Apakah yang bisa membuat beliau memiliki tidak hanya kekuatan fisik dan daya tahan yang luar biasa, namun sekaligus memiliki kekuatan emosional yang teruji di berbagai kejadian. Bahkan beliau adalah seorang manusia dengan tingkat kecerdasan yang jauh di atas rata-rata kita saat ini baik dari kemampuan beliau berdiplomasi maupun dari kemampuan beliau mengatur strategi perang. Ternyata, kunci dari segala pertanyaan kita di atas hanyalah sebuah kenyataan sederhana yaitu beliau mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit.Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.
Ada beberapa kebiasaan positif Rasulullah SAW yang diajarkan kepada kita, umatnya di akhir zaman, yaitu:
- Beliau selalu selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).
- Beliau makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Diajarkan bahwa kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Beliau bersabda,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
- Beliau makan dengan tenang dan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa. Makan hingga beberapa puluh kunyahan sehingga makanan benar-benar lembut dan tidak membebani lambung. Minum tidak langsung dihabiskan sekali teguk namun dihabiskan dengan cara seteguk-seteguk.
- Beliau cepat tidur dan cepat bangun. Artinya waktu tidur hanyalah sebentar. Rasulullah tidur di awal malam dan bangun di pertengahan malam yang kedua. Biasanya beliau bersiwak, berwudhu, kemudian shalat hingga waktu yang diizinkan oleh Allah karena ada saat-saat dimana shalat diharamkan.
- Beliau rutin berpuasa sunnah di luar shaum ramadhan. Shaum atau puasa berfungsi sebagai waktu bagi organ pencernaan untuk beristirahat sekaligus melakukan fungsi pengeluaran racun, detoksifikasi.
- Beliau beribadah maghdah dengan porsi yang luar biasa, terutama shalat. Dengan melakukan shalat yang lama, khusyu, tuma’ninah, dan teratur, maka kondisi fisik beliau terjaga.
- Beliau senantiasa berpikiran positif dan tidak pernah marah meskipun dirinya dicaci, dicerca, bahkan diperlakukan buruk. Manajemen emosi: hati, pikiran dan perasaan, serta hubungan beliau yang intens kepada pencipta dan pemelihara alam semesta, Allah Azza wa jalla, telah mampu membuat beliau tetap sehat sepanjang usia beliau.
Semoga kita mampu meneladani..
Selamat berjumpa pada artikel berikutnya!
Referensi:
- Sabda Rasulullah SAW, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
- Sabda Rasulullah SAW,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).
- http://arsipsiroh.wordpress.com/2009/10/26/hidup-sehat-cara-rasulullah/